Implementasi Program
6 Februari 2026
2 menit
Dilihat 0x

Biodigester Desa Pokoh Wujudkan Energi Bersih, Kemandirian Desa, dan Aksi Iklim

Program Biodigester di Gapoktan Dukuh Pokoh, Desa Musuk, Kabupaten Boyolali, resmi ditutup dan diserahterimakan kepada masyarakat pada Jumat (6/2). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Telkom...

SPenulis: SDGS Telkom UniversitySEditor: SDGS Telkom University
Biodigester Desa Pokoh Wujudkan Energi Bersih, Kemandirian Desa, dan Aksi Iklim

Program Biodigester di Gapoktan Dukuh Pokoh, Desa Musuk, Kabupaten Boyolali, resmi ditutup dan diserahterimakan kepada masyarakat pada Jumat (6/2). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Telkom University, PT Telkom Indonesia, pemerintah daerah, serta kelompok tani setempat dalam rangka mendorong pemanfaatan energi terbarukan berbasis potensi lokal sekaligus pengelolaan limbah ternak yang berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 7: Energi Bersih dan Terjangkau melalui penyediaan sumber energi alternatif berupa biogas, serta SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim dengan pengurangan emisi gas rumah kaca dari pengelolaan limbah ternak. Pemanfaatan biodigester memungkinkan kotoran sapi diolah menjadi biogas untuk kebutuhan energi rumah tangga dan pupuk organik bagi pertanian, sehingga menciptakan sistem ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.

Acara penutupan dihadiri oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Bapak Aditya Galuh Praksono, S.T.; General Manager Witel Solo PT Telkom Indonesia, Bapak Nanang Setyo Utomo; serta Asisten II Kabupaten Boyolali, Bapak Gozali. Turut hadir Senior Manager SDGs PT Telkom Indonesia, Bapak Suleksono; Camat Musuk, Ibu Ningmatuti; Kepala Desa Pokoh; serta jajaran akademisi dan peneliti dari Telkom University.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Ketua Tim Pelaksana Program, Prof. Dr. Ir. Jangkung Raharjo, M.T., menyampaikan bahwa pembangunan dan implementasi biodigester tidak hanya bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memperkuat kemandirian energi masyarakat desa melalui pemanfaatan energi terbarukan yang bersih, terjangkau, dan berkelanjutan. Program ini juga dilengkapi dengan pelatihan dan pendampingan agar masyarakat mampu mengoperasikan dan merawat instalasi biogas secara mandiri.

Sambutan dari Ketua SDGs Center Telkom University, Ibu Dr. Runik Machfiroh, menegaskan komitmen Telkom University dalam mendorong inovasi teknologi tepat guna yang berdampak langsung pada pencapaian SDGs. Senada dengan hal tersebut, PT Telkom Indonesia menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan energi terbarukan dan aksi mitigasi perubahan iklim melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Puncak acara ditandai dengan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara PT Telkom Indonesia dan Gapoktan Dukuh Pokoh, dilanjutkan dengan Penandatanganan Industrial Licensing antara Direktur Bandung Techno Park, Bapak Iwan Iwut, dan Ketua Gapoktan Dukuh Pokoh. Kegiatan kemudian ditutup dengan Peletakan Batu Pertama sebagai simbol keberlanjutan dan pengembangan program biodigester ke depan.

Melalui program ini, Desa Pokoh diharapkan dapat menjadi contoh penerapan energi terbarukan berbasis desa yang berkontribusi nyata terhadap kemandirian energi, pengurangan emisi karbon, serta penguatan ekonomi lokal, sekaligus menjadi model replikasi bagi desa-desa lain di wilayah Jawa Tengah.

#Implementasi Program

Bagikan Artikel

0

Tulis Komentar

Memuat komentar...