Implementasi Program
1 November 2025
2 menit
Dilihat 0x

DCS Telkom University Perkuat Literasi Hukum & Digital untuk Pencegahan KDRT Bersama 27 Peserta di Kecamatan Cipatat

Cipatat, 31 Oktober 2025 — Upaya peningkatan kesadaran hukum dan kesejahteraan emosional perempuan kembali diperkuat melalui workshop “Literasi Hukum & Digital untuk Pencegahan KDRT” yang digelar oleh...

DPenulis: DCS Telkom UniversityDEditor: DCS Telkom University
DCS Telkom University Perkuat Literasi Hukum & Digital untuk Pencegahan KDRT Bersama 27 Peserta di Kecamatan Cipatat

Cipatat, 31 Oktober 2025 — Upaya peningkatan kesadaran hukum dan kesejahteraan emosional perempuan kembali diperkuat melalui workshop “Literasi Hukum & Digital untuk Pencegahan KDRT” yang digelar oleh Digital Collaboration for Sustainability (DCS) Telkom University bekerja sama dengan Telkom Indonesia. Bertempat di Kecamatan Cipatat, kegiatan ini berhasil menghimpun 27 peserta yang terdiri dari kader desa serta perwakilan masyarakat.

Acara dibuka dengan sambutan dari pihak kecamatan, yang menegaskan pentingnya membangun lingkungan yang aman dan bebas kekerasan, serta apresiasi mereka terhadap upaya kolaboratif antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Sambutan tersebut menjadi titik awal dimulainya rangkaian edukasi sepanjang hari.

Untuk mengetahui pemahaman awal para peserta, workshop dimulai dengan Pre-Test. Hasil awal ini menjadi tolok ukur untuk melihat perkembangan peserta di akhir kegiatan.

Memasuki sesi utama, Bu Runik, Ketua Unit DCS Telkom University, menyampaikan materi mengenai hak-hak korban menurut UU No. 23 Tahun 2004, perspektif hukum yang sering disalahpahami masyarakat, serta bagaimana perempuan dapat mengenali tanda-tanda kekerasan sejak dini. Penyampaian materi dibuat sederhana dan langsung pada inti persoalan, sehingga peserta mudah mengaitkan dengan situasi nyata di lingkungan mereka.

Setelah memahami aspek hukum, peserta diajak mengenali pendekatan lain dalam mendukung kesejahteraan perempuan, yaitu melalui teknologi. DCS memperkenalkan alat MUSE, perangkat berbasis AI yang digunakan untuk memantau respons emosional melalui gelombang otak. Dalam sesi demonstrasi, peserta dapat melihat bagaimana perangkat ini merespons stimulus visual dan memberikan gambaran awal mengenai kondisi emosional seseorang. Teknologi ini kemudian dihubungkan dengan platform kbblawankdrt.com yang menyediakan fitur skrining dan akses pendampingan psikologis.

Salah satu bagian yang paling mendapat perhatian adalah sesi interaktif, di mana peserta dengan sukarela menyampaikan cerita, refleksi pribadi, dan pandangan mereka mengenai dinamika rumah tangga. Sesi ini menciptakan ruang dialog yang aman, memperlihatkan bahwa banyak perempuan yang membutuhkan ruang untuk didengar, dipahami, dan didampingi.

Sebagai penutup, peserta mengerjakan Post-Test serta mengisi survei evaluasi kegiatan. Peserta dengan nilai tinggi mendapatkan hadiah apresiasi sebagai bentuk motivasi untuk terus aktif menyuarakan isu-isu pemberdayaan perempuan.

Melalui workshop ini, Unit DCS Telkom University bersama Telkom Indonesia berharap perempuan di Cipatat semakin memahami hak mereka, mampu mengenali kekerasan sejak awal, serta mengetahui jalur bantuan yang tersedia. Literasi hukum yang kuat dan pemanfaatan teknologi digital diharapkan menjadi kombinasi penting dalam menciptakan keluarga dan lingkungan yang aman dari KDRT.

#Implementasi Program

Bagikan Artikel

0

Tulis Komentar

Memuat komentar...