Cililin, 3 Desember 2025 — Digital Collaboration for Sustainability (DCS) Telkom University melanjutkan Workshop Literasi Hukum dan Digital bertema “Mendorong Perempuan Berdaya untuk Pencegahan Kekera...

Cililin, 3 Desember 2025 — Digital Collaboration for Sustainability (DCS) Telkom University melanjutkan Workshop Literasi Hukum dan Digital bertema “Mendorong Perempuan Berdaya untuk Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)” di Kecamatan Cililin sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Bandung Barat. Program ini tidak hanya menyoroti aspek perlindungan hukum, tetapi juga memperkenalkan inovasi teknologi deteksi mental berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung kesehatan psikologis perempuan.
Pada sesi pembukaan, Bu Runik, Ketua DCS Telkom University, menegaskan bahwa KDRT merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia dan telah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT. Ia menambahkan bahwa perempuan memiliki hak untuk hidup tanpa ancaman, tekanan, maupun kekerasan dalam bentuk apa pun. “Setiap perempuan harus merasa terlindungi dan berhak mendapatkan lingkungan keluarga yang aman,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut upaya perlindungan, DCS memperkenalkan alat deteksi psikologis berbasis AI yang bekerja melalui stimulus visual berupa ekspresi senang, sedih, dan marah. Perangkat ini berbentuk mahkota sensor EEG yang digunakan untuk membaca respons gelombang otak, sehingga sistem dapat mengidentifikasi kondisi emosional pengguna secara ilmiah dan objektif. Hasil deteksi terintegrasi dengan platform https://kbblawankdrt.com/, yang juga menyediakan akses konsultasi bagi korban maupun individu yang membutuhkan pendampingan psikolog profesional.
Kegiatan ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan:
Cililin menjadi titik ke-9 dari keseluruhan pelaksanaan kegiatan, dengan total peserta 30 orang, terdiri dari 17 peserta yang berhasil melalui tahap simulasi alat AI dan 13 peserta dalam evaluasi lanjutan. Tingkat keberhasilan post-test mencapai 89,25%, dan partisipasi penuh peserta dalam seluruh rangkaian sesi berada pada angka 100%.
Peserta juga diperkenalkan dengan proses visualisasi sinyal EEG (Electro Encephalo Graphy) melalui peta topografi (topoplot) dan data analisis gelombang otak. Metode ini membantu memetakan distribusi aktivitas otak pada momen tertentu sehingga kondisi mental dapat dipahami dengan pendekatan neurosains, bukan hanya berdasarkan pengakuan subjektif.
Di penghujung kegiatan, peserta mengisi survei untuk mendeteksi kemungkinan adanya pengalaman kekerasan dalam rumah tangga. Data tersebut kemudian dilanjutkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti bila diperlukan. Peserta juga mengikuti post-test, dan bagi yang meraih nilai terbaik menerima apresiasi sebagai bentuk penghargaan.
Melalui rangkaian ini, DCS Telkom University berharap perempuan di Kecamatan Cililin semakin berdaya, memahami hak-haknya, serta dapat menjaga kesehatan mental dengan dukungan teknologi inovatif berbasis AI sebagai langkah nyata menuju pencegahan KDRT dan peningkatan kualitas hidup keluarga.