Kerangka Literasi Keberlanjutan di Telkom University (Pendekatan sistemik dalam mengukur dan mengembangkan pengetahuan keberlanjutan sivitas akademika)
Telkom University berkomitmen untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh dimensi kehidupan akademik, mulai dari kurikulum, penelitian, hingga tata kelola institusi. Komitmen...

Telkom University berkomitmen untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh dimensi kehidupan akademik, mulai dari kurikulum, penelitian, hingga tata kelola institusi.
Komitmen ini dilandasi oleh kesadaran bahwa tantangan keberlanjutan global mulai dari krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga ketimpangan sosial tidak dapat diatasi oleh satu disiplin ilmu secara tunggal, melainkan memerlukan fondasi pengetahuan bersama yang lintas bidang dan lintas profesi.
Dalam upaya membangun fondasi tersebut, Telkom University merujuk pada TASK™ (The Assessment of Sustainability Knowledge) by Sulitest sebagai kerangka referensi konseptual. TASK™ merupakan instrumen asesmen berbasis riset yang diakui secara internasional, dirancang untuk mengukur tingkat literasi keberlanjutan individu secara holistik, integratif, dan sistemik.
Kerangka ini menyediakan struktur pengetahuan yang terorganisasi dalam tiga framework utama, sembilan domain, dan dua puluh delapan subjek spesifik yang mencakup seluruh spektrum keberlanjutan dari batas-batas sistem Bumi hingga instrumen aksi kolektif manusia.
TIGA FRAMEWORK UTAMA TASK™
Kerangka TASK™ mengorganisasi pengetahuan keberlanjutan ke dalam tiga lapisan yang saling tertanam (embedded): Earth Systems sebagai langit-langit ekologis yang menentukan batas aman operasi manusia; Human Welfare sebagai fondasi sosial yang memastikan tidak ada satu pun individu tertinggal dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya; serta Levers of Opportunity yakni tata kelola, ekonomi dan keuangan, sains dan teknologi, serta aksi individual dan kolektif - sebagai instrumen transformasi yang memungkinkan masyarakat bergerak menuju keberlanjutan.
FRAMEWORK 1
Earth System
Batas planet sebagai langit-langit ekologis: iklim, keanekaragaman hayati, penggunaan air dan sistem regulasi bumi lainnya.
FRAMEWORK 2
Human Welfire
Fondasi sosial: kebutuhan dasar, kesejahteraan sosial, dan kondisi bagi manusia untuk berkembang secara bermartabat.
FRAMEWORK 3
Levers of Opportunity
Instrumen aksi: tata kelola, ekonomi & Keuangan, sains & teknologi, serta aksi individual dan kolektif.
Merujuk pada kerangka TASK™, Telkom University memandang literasi keberlanjutan bukan sekadar pengetahuan faktual, melainkan sebagai kemampuan untuk memahami keterkaitan sistemik antar isu
- dari sebab ke dampak, dari skala lokal ke skala global. Oleh karena itu, pengukuran literasi keberlanjutan di lingkungan Telkom University dirancang untuk mencakup empat dimensi kognitif: pengetahuan deskriptif (apa itu?), pengetahuan kontekstual (di mana kita sekarang?), pengetahuan kausal (mengapa ini terjadi?), dan pengetahuan integratif (apa dampaknya terhadap sistem yang lebih luas?).
Melalui pendekatan ini, Telkom University bertujuan menjadikan keberlanjutan sebagai bahasa bersama seluruh sivitas akademika lintas fakultas, lintas program studi, dan lintas profesi sehingga setiap lulusan memiliki bekal pengetahuan yang memadai untuk berkontribusi pada transisi menuju masa depan yang berkelanjutan, adil, dan sejahtera bagi seluruh umat manusia.