Kolaborasi DCS Mendukung Pendampingan Literasi Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga
Bandung, 23 Oktober 2025 — Digital Collaboration for Sustainability (DCS) Telkom University menghadirkan inovasi baru dalam acara yang bertema “Mendorong Perempuan Berdaya untuk Pencegahan Kekerasan D...

Bandung, 23 Oktober 2025 — Digital Collaboration for Sustainability (DCS) Telkom University menghadirkan inovasi baru dalam acara yang bertema “Mendorong Perempuan Berdaya untuk Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)”. Acara ini menyoroti pentingnya kesehatan mental perempuan serta memperkenalkan alat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mendeteksi kondisi psikologis seseorang.
Pada sesi awal, Bu Runik, selaku Ketua DCS Telkom University menyampaikan materi “Sosialisasi Literasi Hukum: Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga”. Ia menegaskan bahwa KDRT bukanlah urusan privat, melainkan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT. Dalam UU tersebut, dijelaskan secara tegas bahwa dilarang segala bentuk kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran rumah tangga, serta diatur hak-hak korban untuk mendapatkan perlindungan dan pendampingan. “Setiap warga negara berhak merasa aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tegasnya.
Usai penyampaian materi hukum, Bu Runik memaparkan bahwa pemahaman hukum saja tidak cukup karena banyak korban kesulitan mengungkapkan trauma yang dialami. Menjawab tantangan tersebut, DCS Telkom University memperkenalkan alat deteksi psikologis berbasis AI yang dikembangkan untuk membantu memantau kesehatan mental, khususnya bagi perempuan korban KDRT.
“Alat ini difokuskan pada perempuan khususnya yang terkena kekerasan dalam keluarga. Alat ini bekerja dengan pendekatan stimulus, saat digunakan alat ini akan menampilkan gambar berupa perasaan senang, sedih atau marah, hal ini tentunya digunakan untuk mendeteksi kondisi emosional pengguna. ” Jelas Bu Runik.
Lebih lanjut, alat tersebut berbentuk seperti mahkota yang dipasang di kepala pengguna. Melalui respon otak terhadap gambar-gambar stimulus, sistem AI dapat membaca kondisi psikologis seseorang dan memberikan hasil deteksi yang terintegrasi dengan platform kbbi lawan kdrt.com. Situs ini juga menyediakan akses langsung kepada psikolog bagi pengguna yang membutuhkan bantuan profesional.
Dalam acara ini, Pak Inung Wijayanto turut mempresentasikan cara kerja alat deteksi dan fungsinya bagi masyarakat. Sementara itu, Bu Agnes, selaku Kepala Kecamatan Ngamprah, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran dan semangat perempuan untuk melawan kekerasan dalam rumah tangga.
Usai kegiatan, peserta diminta mengisi survei untuk mengetahui apakah ada yang mengalami kekerasan. Laporan tersebut akan diteruskan kepada pihak berwenang seperti camat dan dinas untuk ditindaklanjuti. Selain itu, peserta juga mengikuti post-test, dan bagi yang memperoleh nilai di atas 75 mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Melalui kegiatan ini, DCS Telkom University berharap agar para kader dan masyarakat semakin aktif dalam kampanye pencegahan KDRT serta peduli terhadap kesehatan mental perempuan di lingkungan sekitar.