Penguatan Literasi Hukum & Teknologi Digital untuk Pencegahan KDRT kembali digelar di Kecamatan Lembang
Lembang, Kabupaten Bandung Barat, 03 November 2025 — Komitmen untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pencegahan kekerasan dalam rumah tangga kembali diwujudkan kembali melalui pelaksanaan Work...

Lembang, Kabupaten Bandung Barat, 03 November 2025 — Komitmen untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pencegahan kekerasan dalam rumah tangga kembali diwujudkan kembali melalui pelaksanaan Workshop Literasi Hukum & Digital untuk Pencegahan KDRT, hasil kolaborasi antara Digital Collaboration for Sustainability (DCS) Telkom University dan Telkom Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan di Kecamatan Lembang ini diikuti oleh 34 peserta, didominasi oleh kader dan tokoh perempuan.
Acara dimulai dengan sambutan dari pihak kecamatan yang menekankan urgensi edukasi hukum bagi perempuan, terutama dalam mengenali bentuk kekerasan domestik dan memahami jalur perlindungan yang tersedia. Sambutan tersebut mengawali rangkaian agenda yang berlangsung dalam suasana hangat dan antusias.
Sebelum masuk ke materi utama, peserta terlebih dahulu mengikuti Pre-Test sebagai alat ukur awal untuk melihat seberapa jauh wawasan mereka mengenai isu KDRT dan perlindungan hukum yang berlaku.
Sesi materi kemudian disampaikan oleh Bu Runik, Ketua Unit DCS Telkom University. Ia menguraikan esensi UU No. 23 Tahun 2004, jenis-jenis kekerasan yang kerap terjadi, serta kesenjangan pengetahuan yang masih sering ditemukan di lapangan. Penjelasannya dibuat sederhana namun konkret, sehingga peserta mudah mengidentifikasi situasi-situasi yang mungkin terjadi di sekitar mereka.
Setelah pembahasan hukum, peserta dikenalkan pada pemanfaatan teknologi dalam pendampingan perempuan. Melalui demonstrasi alat MUSE, peserta dapat melihat bagaimana perangkat tersebut membaca respons emosional seseorang melalui gelombang otak saat menerima rangsangan visual. Hasil pembacaan ini kemudian dapat terhubung dengan platform kbblawankdrt.com, yang menyediakan sarana deteksi dini dan akses bantuan psikologis secara daring.
Suasana semakin hidup pada sesi interaktif. Peserta saling berbagi pengalaman, mengutarakan harapan terkait kehidupan rumah tangga, serta menyampaikan kondisi yang pernah mereka atau kerabat alami. Sesi ini menghadirkan ruang aman bagi peserta untuk didengar tanpa menghakimi.
Menjelang penutupan, peserta mengikuti Post-Test dan mengisi evaluasi kegiatan. Dari 34 peserta, 25 dinyatakan lulus dengan nilai minimal 70, dan seluruh peserta memberikan nilai 100% pada aspek kepuasan kegiatan. Peserta yang mencapai nilai kelulusan berhak memperoleh sertifikat sebagai bentuk apresiasi.
Melalui penyelenggaraan workshop di Lembang ini, DCS Telkom University dan Telkom Indonesia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya literasi hukum serta pemanfaatan teknologi dalam upaya pencegahan KDRT. Edukasi yang tepat dan akses bantuan yang mudah diharapkan mampu memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan keluarga di wilayah Lembang.