Sharing Session of RI CCSL: How To Create Sustainable Impact Through Innovation & Research
RI CCSL Telkom University menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bertajuk “How To Create Sustainable Impact Through Innovation & Research” sebagai wadah diskusi dan penguatan kapasitas dalam pengem...

RI CCSL Telkom University menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bertajuk “How To Create Sustainable Impact Through Innovation & Research” sebagai wadah diskusi dan penguatan kapasitas dalam pengembangan inovasi serta riset yang berdampak bagi masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Runik Machfiroh selaku Ketua Digital Collaboration for Sustainability sebagai narasumber utama yang membawakan materi mengenai strategi penyusunan proposal CSR berbasis SDGs.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan dihadiri oleh berbagai perwakilan Center of Excellence (CoE), dosen, peneliti, serta mahasiswa yang memiliki perhatian terhadap pengembangan program inovasi sosial dan keberlanjutan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi diskusi dan tanya jawab, di mana beberapa CoE aktif menyampaikan pertanyaan, pengalaman lapangan, hingga peluang kolaborasi lintas bidang untuk pengembangan program berbasis SDGs.
Dalam pemaparannya, Dr. Runik Machfiroh menjelaskan bahwa proposal CSR berbasis SDGs tidak hanya berfungsi sebagai dokumen pengajuan program, tetapi juga menjadi bentuk komitmen nyata terhadap keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Proposal yang baik harus mampu menunjukkan keterkaitan antara permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan solusi inovatif yang relevan serta memiliki dampak yang terukur dan berkelanjutan.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting dalam penyusunan proposal, mulai dari identifikasi masalah, pemetaan masyarakat sasaran, pengintegrasian indikator SDGs, penyusunan roadmap program, hingga implementasi dan strategi keberlanjutan program setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Selain itu, peserta juga diberikan panduan mengenai penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang efektif dan proporsional agar program yang diajukan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Pada sesi diskusi, peserta dari beberapa CoE turut berbagi tantangan yang dihadapi dalam implementasi program inovasi di lapangan, khususnya terkait keberlanjutan program dan penguatan kolaborasi dengan masyarakat maupun mitra industri. Diskusi berkembang ke arah bagaimana riset dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara lebih aplikatif serta mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Dr. Runik Machfiroh juga menekankan pentingnya problem-solution fit dalam penyusunan proposal. Menurutnya, program yang diusulkan harus benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat yang didukung data lapangan, bukan sekadar asumsi. Selain itu, indikator keberhasilan program juga harus dapat diukur secara jelas agar dampak program dapat dievaluasi secara objektif.
Melalui kegiatan ini, RI CCSL berharap dapat memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang kolaboratif, adaptif, serta berorientasi pada dampak sosial yang berkelanjutan. Kehadiran berbagai CoE dalam kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk membuka peluang sinergi antarbidang dalam menciptakan inovasi yang mampu mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi terbuka dan networking antarpeserta sebagai bentuk penguatan kolaborasi untuk pengembangan program-program keberlanjutan di masa mendatang. Dengan adanya sharing session ini, diharapkan semakin banyak inovasi dan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.