Implementasi Program
25 Juli 2025
2 menit
Dilihat 0x

Telkom University dan Sobat Sampah Hadirkan Solusi Berkelanjutan Melalui Teknologi Pirolisis di Tiga Wilayah Jawa Barat

Bandung, Juli 2025 — Dalam upaya mewujudkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, Digital Collaboration for Sustainability (DCS) Telkom University berkolaborasi dengan komunitas Sobat Sampah me...

DPenulis: DCS Telkom UniversityDEditor: DCS Telkom University
Telkom University dan Sobat Sampah Hadirkan Solusi Berkelanjutan Melalui Teknologi Pirolisis di Tiga Wilayah Jawa Barat

Bandung, Juli 2025 — Dalam upaya mewujudkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, Digital Collaboration for Sustainability (DCS) Telkom University berkolaborasi dengan komunitas Sobat Sampah menghadirkan program Waste Management Pirolisis. Program ini akan diimplementasikan di tiga wilayah strategis di Jawa Barat, yakni Desa Baros (10 Juli 2025), Desa Trumajaya (14 Juli 2025), dan Desa Panyileukan (21 Juli 2025).

Program ini menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dalam menciptakan solusi berbasis teknologi untuk isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah plastik. Masyarakat kerap kali membakar plastik untuk mengurangi timbunan sampah, padahal aktivitas tersebut menghasilkan gas hidrogen sulfida (H₂S) yang bersifat toksik dan mencemari udara. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jawa Barat tercatat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah timbulan sampah tertinggi di Indonesia.

Melalui teknologi pirolisis, sampah plastik akan diolah menjadi bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan ini tidak hanya menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sampah bernilai guna.

Secara khusus, program Waste Management Pirolisis bertujuan untuk:

  1. Mengurangi volume sampah ke TPA melalui proses pemilahan dan pemanfaatan ulang sebelum pembuangan.
  2. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah melalui forum edukasi dan kegiatan sosialisasi di setiap wilayah pelaksanaan.
  3. Memberdayakan masyarakat secara ekonomi melalui skema tabungan sampah, di mana warga dapat menabung sampah dan memperoleh penghasilan tambahan.
  4. Menguatkan ekosistem bank sampah dan daur ulang dengan menggandeng berbagai pihak lintas sektor.
  5. Mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada aspek lingkungan, ekonomi sirkular, dan pembangunan komunitas.

Dari hasil pengolahan teknologi pirolisis dan proses daur ulang yang diterapkan, sampah akan dikonversi menjadi minyak bakar alternatif, pakan ternak dan ikan, serta paving block ramah lingkungan.

Kegiatan ini menjadi salah satu inisiatif DCS Telkom University dalam mendukung pengembangan inovasi berbasis keberlanjutan dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Sobat Sampah, diharapkan tercipta ekosistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, berdampak sosial-ekonomi, serta berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional

#Implementasi Program

Bagikan Artikel

0

Tulis Komentar

Memuat komentar...