Implementasi Program
5 Agustus 2025
2 menit
Dilihat 0x

TJSL Telkom Indonesia bersama Telkom University Gelar Pelatihan Budidaya Maggot BSF di Kecamatan Cinambo

Bandung, 5 Agustus 2025 — Kecamatan Cinambo, Kelurahan Babakan Penghulu, menjadi lokasi pelatihan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Pelatihan ini digelar oleh TJSL Telkom Indonesia bersama Telk...

DPenulis: DCS Telkom UniversityDEditor: DCS Telkom University
TJSL Telkom Indonesia bersama Telkom University Gelar Pelatihan Budidaya Maggot BSF di Kecamatan Cinambo

Bandung, 5 Agustus 2025 — Kecamatan Cinambo, Kelurahan Babakan Penghulu, menjadi lokasi pelatihan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Pelatihan ini digelar oleh TJSL Telkom Indonesia bersama Telkom University yang berkolaborasi dengan tim DCS serta Fakultas Teknik Elektro. Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan tim BSF yaitu Pak Ajiz selaku RW dan Bu Lidia selaku PIC acara, lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Pak Dadang.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pengetahuan mendalam tentang cara pemberian pakan maggot. Pakan maggot tidak hanya berasal dari sayuran saja, namun perlu campuran lain seperti nasi dan buah agar pertumbuhan maggot optimal dan tidak mengalami stunting.

Pak Dadang menjelaskan bahwa siklus hidup lalat BSF dimulai dari penetasan telur yang terjadi selama 4 hari, kemudian dilanjut dengan fase baby maggot selama 9 hari, lalu maggot dewasa selama 22 hari, pre-pupa ke pupa selama 14 hari, dan fase terakhir yaitu pupa menjadi lalat dalam 9 hari. Saat berada di fase pupa, maggot memerlukan tempat gelap, aman, dan nyaman karena sedang bertransformasi menjadi lalat.

Maggot BSF memiliki banyak manfaat, antara lain dapat diolah menjadi pakan ikan, ayam, dan hewan ternak lainnya yang selanjutnya dapat dikonsumsi oleh manusia, sehingga membantu meningkatkan gizi serta mencegah stunting pada anak-anak.

Dalam kegiatan praktik budidaya, penempatan maggot harus dijauhkan dari hama seperti tikus, burung, dan cicak. Pak Dadang menjelaskan bahwa maggot tidak memiliki gigi, melainkan hanya menghisap makanan, sehingga sisa makanan kering hasil budidaya maggot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk berkualitas tinggi.

Menariknya, lalat BSF yang hinggap di makanan biasanya sedang mencari tempat untuk bertelur. Setelah bertelur, lalat betina akan mati. Satu ekor lalat BSF mampu menghasilkan hingga 500 butir telur.

Pak Dadang juga memaparkan teknik pengaturan pakan, di mana 1 kilogram maggot dapat menghabiskan 5–8 kilogram makanan. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengoptimalkan budidaya maggot sebagai solusi keberlanjutan pangan dan peningkatan kualitas hidup.


#Implementasi Program

Bagikan Artikel

0

Tulis Komentar

Memuat komentar...