Kumpulan update dan informasi terkini seputar SDGs.

Telkom University makes sure every campus building meets national sustainability standards and passes an environmental impact assessment (AMDAL) with the Bandung Regency Government before construction. Bandung Techno Park, for example, was assessed on 13 environmental and social aspects.

Telkom University promotes a pedestrian-friendly campus by providing interconnected, shaded walkways that encourage safe, comfortable, and accessible mobility. Supported by green infrastructure and the #SehatBarengTelUtizen campaign, initiatives such as the Daily Step Together Challenge encourage regular walking, healthier lifestyles, and reduced reliance on motorized transportation in support of SDG 3: Good Health and Well-Being and SDG 11: Sustainable Cities and Communities.

Telkom University utilizes digital innovation to preserve Indonesia’s cultural heritage through technology-based initiatives, including regional language learning applications, traditional script education, and interactive folklore platforms. By making local languages, traditional literature, and cultural stories more accessible to younger generations, the university supports cultural preservation and appreciation in the digital era, contributing to SDG 11: Sustainable Cities and Communities.

Pada 5 Agustus 2025, di Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Telkom Indonesia bersama Telkom University mengadakan pelatihan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) melalui program TJSL. Pelatihan yang dipandu oleh Pak Dadang ini memberikan pengetahuan tentang siklus hidup BSF, teknik pemberian pakan, serta manfaat maggot sebagai pakan ternak dan pupuk organik. Maggot BSF berpotensi membantu ketahanan pangan dan pencegahan stunting karena dapat diolah menjadi pakan bergizi tinggi. Peserta juga belajar menjaga habitat maggot dari hama serta mengatur pakan agar budidaya berjalan optimal dan berkelanjutan.

Pada 4 Agustus 2025, SDGs Center (DCS) Telkom University bersama Fakultas Teknik Elektro melakukan kunjungan edukatif ke Rumah Maggot Bedas di Kelurahan Babakan Penghulu, Cinambo, Bandung. Kegiatan ini memperkenalkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi inovatif pengelolaan sampah organik melalui teknologi biokonversi. Sampah makanan diolah menjadi pakan bernutrisi tinggi bagi hewan ternak seperti ayam, ikan, dan bebek, sehingga berdampak positif bagi lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Pengelola Rumah Maggot Bedas, Pak Ajiz, menjelaskan penggunaan molase untuk mengurangi bau limbah organik. Melalui inisiatif ini, DCS Telkom University mendorong penerapan budidaya maggot secara lebih luas sebagai solusi berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam pengelolaan sampah.

Remotely Operated Vehicle (ROV) merupakan robot bawah air yang digunakan dengan cara dikendalikan dari jarak jauh. Saat ini ROV merupakan suatu media yang banyak digunakan untuk melakukan eksplorasi bawah air tanpa harus menyelam langsung ke dalamnya. Telkom memanfaatkan ROV untuk merekam foto dan video dari dasar laut sebagai data sampel. Proses eksplorasi dilakukan tanpa merusak ekosistem laut serta tidak mengganggu ikan maupun biota lainnya. Teknologi ini digunakan untuk mengeksplorasi laut pada dua lokasi yang terletak di Pulau Biawak pada bulan Mei 2025 dan Pangandaran pada tanggal 17-18 Juli 2025.

Pada 29 Juli 2025, Biru Langit meluncurkan Indoor Air Quality Monitoring System (IAQMS) di tiga lokasi TLT Jakarta, Kebon Sirih, dan TLT Surabaya—sebagai langkah untuk menciptakan ruang kerja yang sehat dan berkelanjutan. Sistem ini memantau kualitas udara secara real-time, mengukur parameter seperti PM2.5, CO₂, suhu, dan kelembapan, serta memberikan peringatan dan rekomendasi otomatis untuk menjaga kondisi udara ideal. IAQMS juga dilengkapi dashboard berbasis web dengan visualisasi heatmap guna memudahkan analisis dan tindakan cepat. Inisiatif ini mendukung SDGs dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan ramah lingkungan. Indra Chandra, Implementator Biru Langit, menegaskan bahwa IAQMS tidak hanya mengukur kualitas udara, tetapi juga menawarkan solusi praktis yang langsung dapat diterapkan.

Pada 2025, Telkom Indonesia bersama Telkom University meluncurkan Indoor Air Quality Monitoring System (IAQMS) di tiga lokasi utama TLT Jakarta, Kebon Sirih, dan TLT Surabaya sebagai bagian dari strategi keberlanjutan dan upaya menciptakan ruang kerja sehat, nyaman, serta ramah lingkungan. Sistem ini memantau empat parameter utama: CO₂, PM₂.₅, suhu, dan kelembapan, dengan data real-time yang ditampilkan melalui dashboard digital berisi heatmap, indikator mutu udara, serta rekomendasi otomatis. Hasil pemantauan awal menunjukkan kualitas udara di fasilitas Telkom tergolong baik, meski terdapat lonjakan CO₂ di area padat dan fluktuasi PM₂.₅ di ruang publik. Berdasarkan temuan tersebut, pegawai dianjurkan mengatur durasi rapat, menjaga hidrasi, dan memanfaatkan ventilasi alami, sementara pengelola disarankan meningkatkan pasokan udara segar serta menggunakan filter HVAC berkualitas tinggi.

Pada Juli 2025, Digital Collaboration for Sustainability (DCS) Telkom University berkolaborasi dengan komunitas Sobat Sampah meluncurkan program Waste Management Pirolisis di tiga wilayah Jawa Barat: Desa Baros, Trumajaya, dan Panyileukan. Program ini memanfaatkan teknologi pirolisis untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif ramah lingkungan, sekaligus mengurangi timbunan sampah ke TPA. Selain menekan pencemaran udara akibat pembakaran plastik, program ini juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui tabungan sampah dan penguatan ekosistem bank sampah. Inisiatif ini mendukung pencapaian SDGs, terutama di bidang lingkungan, ekonomi sirkular, dan pembangunan komunitas, serta menjadi langkah nyata DCS Telkom University dalam menghadirkan inovasi keberlanjutan berbasis kolaborasi masyarakat.

Through its operational measures policy extensions supplier outsources, Telkom University requires suppliers of equipment, stationery and construction materials to reduce single-use materials and packaging, sort and recycle waste, and pass sustainability audits under its Green Procurement standards and the I-WANT strategic plan.

Telkom University prioritises local and sustainable food sources. On 23 June 2025, it signed Kampung Sorgum website licence agreements with Sorgumology StartUp, Komunitas Halal Bandung and KWT Melati Sorgum. Its canteen agreements require local MSME tenants to serve healthy, halal food in degradable packaging, without Styrofoam or packaged drinks, and it is developing Smart Poultry Farming and the IoT- and solar-powered Crabhouse silvofishery programme.

Through its university measures towards affordable clean energy policy divesting investments, Telkom University phases down coal and oil use under Rector’s Decree No. KR.331/ORG01/SPS-P3I/2024, holds fuel vehicle-free Fridays, and builds clean energy expertise through its Energy Systems Engineering programme.