Kumpulan update dan informasi terkini seputar SDGs.
Telkom University is working to cut plastic waste on campus by targeting its most common source: single-use drinking water bottles. The university has set up drinking water refill points, asks its community to carry their own tumblers, and runs campaigns that remind students and staff to leave plastic bottles behind. The effort is part of the university's wider programme to reduce paper and plastic use, which it reports each year to the UI GreenMetric World University Rankings.
Telkom University recorded 86 local environmental education activities in 2025, focusing on climate change awareness, disaster risk reduction, renewable energy, waste management, recycling, and community greening. Through initiatives such as Innovillage and community service programs, the university combines technology, research, and public education to strengthen community resilience and promote sustainable environmental practices in support of SDG 13 (Climate Action).
Telkom University is developing technologies with aquaculture businesses, fish farmer groups and government agencies to help them produce more while doing less harm to aquatic ecosystems. The work spans smart water quality sensors, recirculating fish farming, waste-to-fertiliser processing and mangrove monitoring. The projects are funded through internal research and community service grants, the Ministry of Higher Education, Science and Technology (Kemdiktisaintek), Telkom Indonesia's Innovillage programme, the West Java Marine and Fisheries Office (DKP Jabar) and industry partners such as PT Tumbuh Dimana Sadja (AKAR) and PT Helmi Farm Mandiri.
Pada 19 September 2025, Telkom Indonesia dan Telkom University menjalin kolaborasi strategis dalam program GoZero% Goes to Bandung: Manage Waste Manifest Change 2025 sebagai langkah nyata menghadirkan solusi berkelanjutan untuk pengelolaan sampah di lingkungan kerja. Program ini mendorong karyawan Telkom Regional II untuk menciptakan inovasi berbasis circular economy melalui proyek nyata yang menekankan pengurangan, pemilahan, dan pemanfaatan kembali limbah. Tim peserta terdiri dari tiga peran utama Hustler, Hipster, dan Hacker yang berkolaborasi merancang dan mempresentasikan ide kreatif dengan potensi dampak sosial dan lingkungan yang luas. Telkom University berperan dalam memperkuat konsep ilmiah dan riset inovatif, sementara Digital Collaboration for Sustainability (DCS) mendukung sinergi lintas unit agar sejalan dengan visi keberlanjutan Telkom.
Pada 19 September 2025, Telkom Indonesia meluncurkan inisiatif GoZero% sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program GoZero% Goes to Bandung bertema Manage Waste, Manifest Change 2025. Program ini melibatkan karyawan Telkom Regional II untuk menciptakan inovasi berbasis circular economy seperti reuse, recycle, dan upcycle. Digital Collaboration for Sustainability (DCS) turut berperan aktif dengan menyediakan ruang kolaborasi lintas unit dan mendukung ide-ide berkelanjutan agar berdampak nyata bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.
Telkom University’s SDGs Report 2025 highlights its commitment to inclusive and equitable education through collaborations that develop accessible digital learning platforms and assistive technologies. From ANGKASA LMS, developed with Telkom Sigma, to the Down Syndrome Tracker in partnership with POTADS West Java, these initiatives expand learning opportunities and support inclusive education through cross-sector collaboration, contributing to SDG 4 (Quality Education) and SDG 17 (Partnerships for the Goals).
In 2025, Telkom University delivered 27 free water management educational activities for local communities. Villages learned to use automated flood pumps, water-level monitoring and early warning systems such as CITRA BANJIR and NotiFlood. Farmers adopted IoT and LoRa-based drip irrigation and solar-powered pumps, while fish farmers, BUMDes and community groups were trained in water filtration, water-quality monitoring and pipe-leak detection, and high school students learned to measure water levels with IoT sensors. The university also evaluated clean water facilities and provided sanitation education in communities across Java through the Moneva SAB programme with PT Telkom Indonesia.
Telkom University strengthens SDG 17 (Partnerships for the Goals) by fostering cross-sectoral dialogue among government institutions, universities, industries, NGOs, and communities through its SDGs Center and Bandung Techno Park. From contributing to regional SDG policy planning and village development initiatives to supporting entrepreneurship and international ICT collaboration through ASEAN IVO, the university connects research, policy, and technological innovation to address shared sustainability challenges. These partnerships turn knowledge exchange into collaborative action, supporting inclusive development and progress towards the SDGs at local, national, and international levels.
Pada 5 Agustus 2025, di Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Telkom Indonesia bersama Telkom University mengadakan pelatihan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) melalui program TJSL. Pelatihan yang dipandu oleh Pak Dadang ini memberikan pengetahuan tentang siklus hidup BSF, teknik pemberian pakan, serta manfaat maggot sebagai pakan ternak dan pupuk organik. Maggot BSF berpotensi membantu ketahanan pangan dan pencegahan stunting karena dapat diolah menjadi pakan bergizi tinggi. Peserta juga belajar menjaga habitat maggot dari hama serta mengatur pakan agar budidaya berjalan optimal dan berkelanjutan.
Pada 4 Agustus 2025, SDGs Center (DCS) Telkom University bersama Fakultas Teknik Elektro melakukan kunjungan edukatif ke Rumah Maggot Bedas di Kelurahan Babakan Penghulu, Cinambo, Bandung. Kegiatan ini memperkenalkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi inovatif pengelolaan sampah organik melalui teknologi biokonversi. Sampah makanan diolah menjadi pakan bernutrisi tinggi bagi hewan ternak seperti ayam, ikan, dan bebek, sehingga berdampak positif bagi lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Pengelola Rumah Maggot Bedas, Pak Ajiz, menjelaskan penggunaan molase untuk mengurangi bau limbah organik. Melalui inisiatif ini, DCS Telkom University mendorong penerapan budidaya maggot secara lebih luas sebagai solusi berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam pengelolaan sampah.
Remotely Operated Vehicle (ROV) merupakan robot bawah air yang digunakan dengan cara dikendalikan dari jarak jauh. Saat ini ROV merupakan suatu media yang banyak digunakan untuk melakukan eksplorasi bawah air tanpa harus menyelam langsung ke dalamnya. Telkom memanfaatkan ROV untuk merekam foto dan video dari dasar laut sebagai data sampel. Proses eksplorasi dilakukan tanpa merusak ekosistem laut serta tidak mengganggu ikan maupun biota lainnya. Teknologi ini digunakan untuk mengeksplorasi laut pada dua lokasi yang terletak di Pulau Biawak pada bulan Mei 2025 dan Pangandaran pada tanggal 17-18 Juli 2025.
Pada 29 Juli 2025, Biru Langit meluncurkan Indoor Air Quality Monitoring System (IAQMS) di tiga lokasi TLT Jakarta, Kebon Sirih, dan TLT Surabaya—sebagai langkah untuk menciptakan ruang kerja yang sehat dan berkelanjutan. Sistem ini memantau kualitas udara secara real-time, mengukur parameter seperti PM2.5, CO₂, suhu, dan kelembapan, serta memberikan peringatan dan rekomendasi otomatis untuk menjaga kondisi udara ideal. IAQMS juga dilengkapi dashboard berbasis web dengan visualisasi heatmap guna memudahkan analisis dan tindakan cepat. Inisiatif ini mendukung SDGs dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan ramah lingkungan. Indra Chandra, Implementator Biru Langit, menegaskan bahwa IAQMS tidak hanya mengukur kualitas udara, tetapi juga menawarkan solusi praktis yang langsung dapat diterapkan.